Senin, 21 Oktober 2013

MENGGUNAKAN PARTIKEL -lah, -kah, dan Kombinasi pe-an

pertikel -lah dipakai untuk menegaskan bagian kalimat yang mendapatkan tekanan keras karena dipentingkan. contoh 1. Akulah yang menggambar semua. 2. waktu itulah aku sedang tidak di rumah. 3. maju teruslah menuju ke rumah kepala kampung. selain bagian kalimat partikel -lah juga dipakai untuk menghasluskan permintaan dan menguatkan perintah. contoh: 1. pergilah cepat sebelum malam tiba!, 2. lihatlah semua kebaikan yang dia lakukan!, 3. apalah yang harus aku lakukan?. partikel -kah dipakai dalam kalimat tanya untuk meegaskan bagian atau kelompok kata yang dipentingkan. Contoh: 1. dapatkah engkau datang besok?, 2. mungkinkah engkau datang lagi?, 3. akukah yang dipersoalkan?. bentuk kombinasi pe-, terdapat bentuk kombinasi (konfiks) pe-an, misalnya, penutupan, pengarahan, pengawal. konfiks pe-an sebagai pembentuk kata.

Jumat, 18 Oktober 2013

Belajar Bahasa Indonesia: MEMPELAJARI DRAMA

Belajar Bahasa Indonesia: MEMPELAJARI DRAMA: naskah drama adalah jenis karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog antartokoh dalam cerita drama. unsur yang membangun naskah drama: 1....

MEMPELAJARI DRAMA

naskah drama adalah jenis karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog antartokoh dalam cerita drama. unsur yang membangun naskah drama: 1. tema yaitu ide/gagasan utama ceerita dalam drama, 2. tokoh yaitu pelaku dalam cerita drama, 3. penokohan atau perwatakan yaitu pengambaran keadaan batin dan fisik tokoh sehingga dapat membedakan tokoh satu dengan yang lain, 4. latar yaitu tempat dan waktu kejadian peristiwa drama, 5. pesa yaitu suatu maksud yang ingi disampaikan pengarang.
MENULIS PANTUN Pantun merupakan salah satu karya sastra Melayu yang samapai sekarang masih dikembangkan. pantun dikenal di berbagai daerah, namun dengan nama yang berbeda. jawa tengah namanya Parikan. Toraja : bolingoni. jawa Barat dalam bentuk nyanyian Doger. Surabaya : Ludruk Banjarmasin : tirik dan ahui Banyuwangi : Gandrung. Makasar : Kelong-kelong. pantun merupakan ungkapan perasaan, pantun dipakai juga buat menghibur orang. Ciri-ciri pantun: 1. mempunyai bait dan isi. 2. setiap bait terdiri atas baris-baris. 3. jumlah suku kata dalam tiap baris antara 8 sampai 12. 4. setiap bait terdiri atas dua bagian yaitu sampiran dan isi. Contoh: Anjing hutan suka melolong (sampiran) Jangan suka bicara bohong (isi) Pintu diketuk ada tamu (sampiran) Rajin membaca bertambah ilmu (isi) Contoh: Pantun empat baris (sampiran) Desa sawah mulai menghijau (sampiran) Di tengah ada pematang (sampiran) Apa arti bertindak maju (isi) Kalau tanpa pemikiran matang (isi) 5. bersajak ab ab

Kamis, 03 Oktober 2013

Belajar Bahasa Indonesia:

iklan

Recent Posts

Followers

Translate

Sponsor

adsense