Sabtu, 27 Agustus 2016

BENTUK-BENTUK KARANGAN

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, pasti kita akan menemukan tema belajar tentang mengarang. Dan mengarang itu tidak boleh asal menuangkan apa yang ada di pikiran, tapi bentuk-bentuk karangan itu bermacam-macam. Nah untuk kali ini saya akan membahas sedikit tentang bentuk-bentuk karangan.

1. Narasi

Karangan bentuk narasi adalah bentuk karangan yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Suatu peristiwa terkait pada perbuatan atau tindakan pelaku, di samping itu waktu ketika peristiwa terjadi. Dua unsur dasar itulah yang penting dalam karangan narasi.

Unsur waktu itulah yang menjadi pembeda antara karangan narasi dan karangan deskripsi. Dalam karangan deskriotif, objek digambarkan secara statis, sedangkan dalam karangan narasi, digambarkan secara dinamis karena ada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Urutan kejadian yang dilakukan oleh para tokoh dan pelaku dari waktu ke waktu itulah yang mrnjadi karangan narasi itu hidup. Pembaca yang membacanya seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan.

Karangan narasi itu berkisah dan bercerita. Kisah atau cerita itu menggambarkan urutan peristiwa dari waktu ke waktu. Narasi selalu berusaha menjawab pertanyaan "apa yang telah terjadi".


2. Deskripsi

Karangan deskripsi adalah karangan yang menceritakan sesuatu atau menggambarkan suatu hal. Deskripsi adalah salah satu bentuk karangan yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Dalam karangan deskripsi penulis memindahkan kesan-kesannya, memindahkan hasil pengamatan dan perasaannya kepada pembaca. Ia menyampaikan sifat dan semua perincian wujud yang dapat ditemukan pada objek itu. Sasaran yang ingin dicapainya adalah terciptanya daya khayal pada pembacanya, sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.


3. Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan yang menerangkan atau menguraikan suatu pokok pikiran, yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut.

Ciri-ciri karangan eksposisisi adalah sebagai berikut:
a. Menerangkan untuk menambah wawasan.
b. Ada bukti berupa: data, gambar, tabel, dan grafik.
c. Akhir paragraf berupa penegasan yaitu kalimat terakhir dalam paragraf hanya lanjutan kalimat sebelumnya.


4. Argumentasi

Argumentasi adalah salah satu bentuk karangan yang berusaha untuk memengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan kata-kata sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.


5. Persuasi

Persuasi adalah suatu seni yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang. Karena tujuan terakhir adalah agar pembaca atau pendengar melakukan sesuatu, maka persuasi tidak mengambil bentuk paksaan atau kekerasan terhadap orang yang menerima persuasi.

Bentuk persuasi yang dikenal umum adalah propaganda, iklan, selebaran, kampanye lisan dan lain-lain. Iklan adalah tulisan yang biasanya dimuat dalam surat kabar atau majalah yang berisi pemberitahuan kepada masyarakat tentang suatu barang yang akan dijual. Sering disertai gambar supaya jelas dan menarik. Isi iklan bermacam-macam tetapi pada dasarnya dimaksudkan agar masyarakat mengetahuinya dan bila perlu dapat membeli, dapat memanfaatkan atau melamar bila itu tawaran untuk bekerja.

Itu adalah bentuk-bentuk karangan yang perlu kita ketahui, jadi kita tidak asal lagi kalau menulis sebuah karangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CELENGAN DAN TUYUL

Halo-halo para blogger atau para reader.. Kali ini sayang tidak akan berbagi tips atau berbagi ilmu crafting, tapi kali ini saya akan berc...